Tampilkan postingan dengan label desain arsitek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain arsitek. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2009

Cara Menjadi Seorang Arsitek

1. Konsultasi Awal. Pertama-tama, berkonsultasilah dengan pihak sekolah menengah (guru BP), untuk meminta nasihat kursus Interior 3D Studio apakah yang paling sesuai untuk mendukung dan mempersiapkan Anda masuk ke jurusan arsitektur / Interior Architect di perguruan tinggi. Interor Architect membutuhkan kemampuan lebih dalam hal matematika, jadi ada baiknya Anda dapat mengambil kursus matematika sebagai persiapan awal untuk menjadi Interior Architect.

2. Kumpulkan Informasi Perguruan Tinggi. Cobalah untuk browse perguruan-perguruan tinggi unggulan dalam bidang arsitektur khususnya Interior 3D / 3D Studio , pastikan perguruan tinggi tersebut masuk rangking nasonal dalam bidang arsitektur / Architect Studio, kemudian kontak mereka untuk menanyakan syarat awal penerimaannya. Di Indonesia, ada beberapa perguruan tinggi yang dikenal ‘kuat’ dalam bidang arsitektur khusus nya Interior 3D.

3. Daftarkan Diri Anda. Daftarkan diri Anda ke perguruan-perguruan tersebut, dimana Anda telah memenuhi persyaratannya.

4. The Sooner, The Better. Berusahalah untuk lulus secepatanya, lebih baik kalau disertai dengan gelar pujian. Sering mengikuti beberapa kompetisi desain arsitektur dalam hal Interior 3D ketika masa kuliah, akan memberikan keuntungan Anda pada masa datang, karena selain mampu mengasah kreatifitas Anda (Interior 3D Studio) juga akan meningkatkan ‘daya jual’ Anda (Architect Studio) ketika melamar pekerjaan kelak.

5. Kerja Magang Saat Kuliah. Cobalah untuk bekerja paruh waktu pada saat kuliah di Architect Studio / Studio Architect, baik sekedar menjadi drafter ataupun surveyor bahkan 3D Interior. Tidak menjadi soal jika gajinya kecil sekalipun. Atau terimalah tawaran dari dosen/ajukan penawaran kepada dosen Anda untuk dapat mengikuti proyek-proyek perancangannya (Interior Studio) dalam hal Interior 3D Studio di Studio Architect jangan lupan pada akhir perkuliahan Anda meminta rekomendasi dari dosen/professor Anda tentang kinerja Anda dalam Interior Studio. Hal ini akan memperbanyak jam terbang Anda dalam hal wawasan desain 3D Interior / Interior Studio.

6. Pelajari CAD. Pelajarilah aplikasi-aplikasi program Computer Aided Design (CAD) seperti AutoCAD, 3D Max maupun Skcetchup sesegera mungkin. Ambil kursus aplikasi tersebut kalau perlu, karena saat ini dan pada masa datang, akan semakin banyak perusahaan yang membutuhkan skills Anda tersebut.

7. Bergabung Dengan IAI. Persiapkan diri Anda untuk memperoleh IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) setelah kelulusan, sebagai ‘kunci’ eksistensi dan syarat Anda apabila Anda akan membuka biro desain yang kredibel. Selain itu, bergabung dalam ikatan/komunitas Arsitektur Muda Indonesia (AMI), akan semakin mengasah skills Anda dalam desain-desain bergaya modern kontemporer yang selalu up-to-date di Studio Architect .

Temukan informasi lainnya mengenai Architect Studio, Interior Studio, Interior 3D Studio, Interior 3D, 3D Studio, Interior Architect, Studio Architect, 3D Interior, Interior hanya di 88db.com

Selasa, 30 Juni 2009

Trik Arsitek Rumah

Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk memilih dan bekerja-sama dengan arsitek rumah dalam membangun rumah atau MenDesign Rumah, Desain Rumah & Desain Rumah Tinggal :

Membuat Maket Arsitektur

Salah satu tuntutan kuliah di jurusan desain Arsitek / arsitektur bangunan adalah membuat maket miniatur tugas-tugas perancangan. Maket miniatur atau model adalah miniatur hotel / maket hotel yang kita buat dengan skala maket & minatur tertentu & desain miniatur, agar rancangan (maket & miniatur) lebih mudah dibayangkan secara 3 dimensi .

Ada dua macam maket miniatur : model rumah (miniatur rumah) dan maket presentasi. Maket dan miniatur studi digunakan oleh mahasiswa desain arsitek / arsitektur bangunan bersangkutan untuk mempelajari hal-hal dalam membuat model rumah (miniatur rumah) yang lebih jelas ditampilkan secara 3 dimensi, misalnya kontur lahan, proporsi bangunan terhadap lingkungan sekitarnya, dan lain-lain. Miniatur hotel / maket hotel biasanya dibuat dengan bahan-bahan sederhana karena hanya ditujukan untuk diri sendiri (dan mungkin dosen pembimbing), dan desain miniatur pun masih mungkin berubah dan berkembang.

Miniatur hotel / maket hotel dan model rumah atau lebih di kenal dengan miniatur rumah seperti namanya digunakan untuk mempresentasikan rancangan final, ditujukan bagi 'klien' (semasa kuliah kliennya tentu saja dosen penguji). Desain miniatur / model miniatur ini dibuat sebagus mungkin karena tujuannya untuk menarik hati klien .

Membuat miniatur rumah / desain rumah (model miniatur) yang bagus sebetulnya tidak perlu mahal. Dengan bahan-bahan sederhana (model miniatur) seperti karton, kertas warna, busa, plastik mika, pasir, serbuk gergaji, dapat menghasilkan maket miniatur rumah / desain rumah yang menarik.

Bahan-bahan yang sering digunakan untuk miniatur rumah / desain rumah misalnya :
  • Alas maket : karton, styrofoam, chip board, matras, tripleks.
    Permukaannya bisa cukup dilapisi kertas, atau jika ingin efek khusus bisa dibuat dengan teknik-teknik tertentu. Lahan berumput dibuat dengan melapisi permukaannya dengan serbuk gergaji halus kemudian disemprot dengan cat hijau. Perairan seperti danau atau kolam dapat dibuat dengan kertas biru yang dilapisi plastik, di antara keduanya bisa ditaburi gula untuk efek kilauan air.
  • Bangunan (berbagai bagiannya) : karton, mounting board, kayu balsa, corrugated paper, plastik, dan lain-lain.
  • Lansekap (pohon, rumput dll) : busa, tusuk gigi, korek api, jarum pentul, serbuk gergaji, dll.
Dan masih banyak lagi jika harus disebutkan satu persatu. Apalagi bagi mahasiswa yang kondisi keuangannya masih terbatas , dituntut untuk kreatif dalam membuat model miniatur dengan menggunakan bahan-bahan murah dan sederhana.



http://www.hobikriya.com

Rabu, 17 Juni 2009

MEMILIH ARSITEK RUMAH


Memiliki rumah yang bagus dan sesuai selera serta gaya hidup, tentulah dambaan semua orang. Hal seperti itu belum tentu bisa diwujudkan apabila kita membeli “Rumah Jadi“. Sebab membeli “Rumah Jadi” berarti kita memakai desain arsitektur dan konsep arsitektur orang lain. Belum tentu desain tersebut sesuai dengan keinginan dan gaya yang kita miliki. Lalu bagaimana agar bisa memiliki rumah yang menjadi idaman kita? Caranya dengan mengonsep, mendesain rumah, dan membangun sendiri sebuah rumah.

Untuk itu diperlukan perancang bangunan (arsitek rumah) yang bisa mentransfer ide dan keinginan kita ke dalam sebuah rancangan bangunan. Dengan memilih seorang desain arsitek yang benar-benar berkualitas, gambaran tentang sebuah rumah ideal yang ada dalam pikiran kita bisa menjadi kenyataan.

Seorang arsitek bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi.

Tugas konsultan arsitek bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu desain arsitektur. Pada proses ini konsultan arsitek akan memberikan saran kepada klien tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.

Ketika hasil rancangan tersebut disetujui oleh klien, maka ada kontrak kerja dengan klien guna memvisualisasikan rancangan itu hingga menjadi sebuah bangunan utuh. Pada kontrak tersebut tertera segala aturan main mengenai proses pembuatan bangunan.

Memilih konsultan arsitek yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitek desainer yang akan mengonsep rumah atau bangunan Anda.

1. Kenali gaya-gaya desain arsitektur untuk diwujudkan dalam rumah Anda. Anda bisa memilih gaya global, seperti gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya.

Setelah menentukan gaya apa, barulah Anda memilih seorang arsitek desainer yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi. Makin jelas keinginan dan gaya yang Anda kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.

2. Setiap arsitek desainer, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali karya-karya arsitektur rumah yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada arsitek yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya arsitektur yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah impian Anda.

3. Arsitek yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitek, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitek rumah. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.

Info selengkapnya di : http://daukhan-arsitek.com/?page_id=28